Membentak Ternyata Berakibat Negatif Bagi Jantung Anak

PAS 247 | 20:18 | 0 comments
Membentak jika anak sedang bandel atau tidak mau menurut memang salah satu cara yang paling efektif, dengan membentak umumnya anak akan segera menurut, kebiasaan membentak ini tampaknya harus dikurangi oleh kebanyakan orang tua dikarenakan ternyata membentak dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan jantung anak.
Jantung sangat merespon suara-suara yang memiliki tone berbeda, ujar dr Godeliva Maria Silvia Merry, M.Si (healt.detik.com 16/04/2014)

Sifat jantung yang responsif terhadap suara tersebut sangat berkaitan dengan cara orang tua mengasuh anaknya, cara pengucapan perintah kepada anak juga memberikan efek yang berbeda. Jika anak terus menerus menerima bentakan atau perintah yang diberikan kepada anak menggunakan nada tinggi maka jantung anak akan berdetak lebih cepat.

Akibat negatif kepada jantung anak jika menerima bentakan atau nada yang bernada tinggi yaitu jantung akan berdetak lebih cepat dan mengalami kelelahan, tentu saja itu sangat tidak baik bagi kesehatan jantung anak.

Nah bagi para orang tua yang mungkin masih menerapkan metode bentak-membentak dalam mengasuh anak, sebaiknya mulai merubah cara dengan metode yang lebih lembut dan mengurangi membentak anak.
SUMBER

Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

PAS 247 | 09:36 | 0 comments
Serangan jantung seringkali datang tiba-tiba tanpa kita sadari, bisa menimpa kita sendiri maupun orang-orang disekeliling kita, kasus yang banyak terjadi adalah kepanikan saat mengetahui di dekat kita ada korban serangan jantung, padahal kepanikan itu sendiri merupakan sesuatu yang fatal karena mengakibatkan kita tidak dapat fokus untuk segera menolong korban, dikutip dari healt.detik.com (15/04/2014) berikut cara Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung :
Pertolongan pertama pada serangan jantung

1. Jangan Panik
2. Segera Hubungi Emergency. Sambil mengunggu Emergency datang, lakukan point nomor 3 sampai 5
3. Pastikan kelancaran jalur suplai oksigen pada korban, tidurkan korban secara terlentang agar jalan nafas tidak terhambat
4. Saat terlentang kepala ditengadahkan, dagu di angkat karena saat tidak sadar biasanya leher tertekuk dan lidah cenderung turun ke tenggorokan dan dapat menghambat jalan nafas
5. Dalam posisi terlentang itu lakukan pengecekan nafas, jika tidak terasa ada nafas, segera lakukan nafas buatan namun pastikan jalan nafas tidak terhambat.

Diatas adalah cara Pertolongan pertama pada Serangan Jantung, kita semua memang sangat tidak mengharapkan mengalami serangan jantung atau menimpa orang-orang disekeliling kita, namun tidak ada salahnya jika kita terus waspada.

Misteri Lukisan Goa Tertua di Dunia

PAS 247 | 18:28 | 0 comments
Di zaman prasejarah, manusia menjadikan gua sebagai tempat perlindungan. Berbagai kegiatan mulai dari tidur hingga membuat lukisan indah pun dilakukan di sana. Namun, tahukah Anda lukisan gua mana yang paling tua di dunia?

Lukisan gua biasanya identik dengan pola titik, garis tangan, atau gambar hewan. Tak hanya di satu tempat, lukisan tangan seperti itu banyak ditemukan di banyak gua di dunia. Namun tak ada yang tahu lukisan gua mana yang paling tertua.


Arkeolog menemukan ada 11 lokasi gua di Spanyol yang dianggap memiliki lukisan gua paling tua. Dari BBC, Jumat (11/4/2014) salah satunya ada di Gua El Castillo. Pola titik yang samar diperkirakan berusia 40.800 tahun. Usia inilah yang membuatnya dinobatkan sebagai lukisan gua tertua di dunia.

"Di El Castillo, kita menemukan stensil tangan yang dibentuk, seperti cat yang ditiup ke tangan dan menempel di dinding gua," jelas ilmuwan dari Bristol University, Inggris, Dr Alistair Pike.

Gua El Castillo berada di Kota Puente Viesgo, Provinsi Cantabria, Spanyol. Masuk ke dalam, turis langsung dihadapkan dengan lukisan di dinding gua yang begitu jelas.

Mulai dari titik titik besar berwarna merah, hingga cetakan telapak tangan masih terlihat jelas di sana. Bukan cuma itu, jika menoleh ke dinding yang lain, turis bisa melihat ada lukisan dinding berbentuk hewan.

Saat dihitung arkeolog, Gua El Castillo ternyata berisi lebih dari 100 gambar yang berbeda. Gambar-gambar ini diduga dicat menggunakan arang. Sedangkan warna merah diduga berasal tumbuhan di sekitar.

5 Bangunan Mirip UFO yang Paling Terkenal di Dunia

PAS 247 | 18:24 | 0 comments
UFO atau biasa disebut piring terbang, adalah misteri yang belum diketahui kebenarannya. Meski begitu, setidaknya ada 5 bangunan mirip piring terbang di dunia dan selalu bikin traveler ingin datang ke sana. Apa saja?

Beberapa tempat di dunia memiliki bangunan yang mirip piring terbang. Bangunan-bangunan tersebut punya beragam alasan mengapa harus berbentuk piring terbang, karena memang ada sejarah alien yang datang ke sana atau hanya sebagai daya tarik wisata saja.

1. Jembatan UFO, Slovakia

Kota Bratislava di Slovakia terkenal dengan Novy Most atau sering disebut UFO Bridge alias Jembatan UFO. Tak heran, jembatan dengan panjang 431 meter dan lebar 21 meter ini punya bangunan mirip piring terbang di atasnya.

Bangunan di atas Jembatan UFO pun dikenal dengan nama restoran UFO. Ya, ini adalah retoran yang bentuknya mirip seperti piring terbang yang biasa Anda lihat di TV. Karena bentuknya yang unik, restoran tersebut tak pernah sepi dari kunjungan turis. Restoran UFO berada di ketinggian 80 meter!

Tak hanya untuk makan, tapi restorannya juga menawarkan tur naik ke atas untuk melihat pemandangan Kota Bratislava yang cantik dari ketinggian. Tiketnya sebesar 6 Euro atau sekitar Rp 98 ribu. Saat malam hari, restoran berbentuk piring terbang itu memancarkan cahaya terang. Makin mirip UFO saja!

2. Wat Phra Dhammakaya, Thailand


Siapa saja yang melihat Wat Phra Dhammakaya di distrik Khlong Luang, Provinsi Pathum Thani pasti kaget bukan kepalang. Bentuknya bundar dan pipih, sangat mirip dengan piring terbang!

Tapi jangan salah, Wat Phra Dhammakaya sebenarnya adalah vihara. Vihara yang sangat luas, mencapai 400 hektar. Bentuknya yang mirip piring terbang memang menarik perhatian turis. Belum lagi, kubah di bagian atasnya terbuat dari emas dan ada 300 ribu lebih patung Buddha di dalamnya.

Wat Phra Dhammakaya tak pernah sepi dari kegiatan keagamaan dan selalu ramai saat perayaan hari-hari besar umat Buddha. Vihara ini mampu menampung 100 ribu jamaah dan jadi rumah bagi 3.000 biarawan. Saat malam hari, vihara ini bercahaya keemasan dan jadi terlihat makin mirip piring terbang. Kalau ingin datang, lokasinya sekitar 16 km dari arah utara dari Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok.

3. The UFO, Swedia


Bayangkan, Anda sedang berjalan di hutan lebat di Harads, Swedia dan melihat suatu bangunan oval. Jangan takut dulu, itu adalah The UFO yang merupakan sebuah kamar hotel.

The UFO merupakan salah satu kamar hotel unik dari Treehotel di Swedia. Mengambil tema UFO, bangunan kamar hotel ini memang mirip dengan piring terbang. Bentuknya sedikit oval, berwarna putih dan ada di ketinggian. Kalau mau masuk ke sana, Anda harus naik tangga kayu terlebih dulu.

Luas The UFO sekitar 30 meter persegi. Di dalamnya terdapat sofa, tempat tidur, kamar mandi, dan ruang makan. UFO ini dirancang untuk ditempati oleh 4 empat orang, yaitu dua orang dewasa dan dua anak kecil. Harga menginap per malam di sana sebesar 3.300 SEK (Swedish Krona) atau sekitar Rp 4,8 juta. Mau coba tidur di dalam UFO ini?

4. Nave Espacial de Varginha, Brasil


Varginha merupakan suatu kota di Brasil yang paling terkenal dengan kisah pendaratan UFO. Ceritanya, di tahun 1996 masyarakat setempat digegerkan oleh peristiwa pendaratan piring terbang. Bahkan, beberapa orang mengaku melihat alien yang tingginya 3 sampai 4 meter, bertubuh kurus, memiliki kepala segitiga besar dengan tiga tanduk pendek, matanya merah besar lonjong ke atas, dan tidak memiliki hidung atau telinga.

Saat itu masyarakat pun melakukan pencarian alien besar-besaran di Varginha. Tak ketinggalan, media setempat juga memberitakan dan membuat headline besar-besaran tentang UFO. Meski begitu, pemerintah Brasil menyangkal adanya UFO yang mendarat dan buktinya hingga saat ini belum ditemukan kebenaran adanya alien atau piring terbang.

Terlepas dari benar atau tidak, turis yang datang ke Varginha pasti ingin mendengar cerita UFO di sana. Masyarakat setempat dan penggila UFO pun membangun Nave Espacial de Varginha, sebuah menara air yang berbentuk piring terbang pada tahun 2001 dan tingginya mencapai 20 meter. Menara UFO ini jadi ikon Kota Varginha dan bercahaya ungu saat malam hari. Jangan kira piring terbang sungguhan ya!

5. Monumen Buzludzha, Bulgaria


Monumen Buzludzha berada di Pegunungan Balkan, tepatnya ada di wilayah Stara Planina. Monumen ini berada di atas ketinggian 1.441 mdpl dan dibuka tahun 1981.

Sejarahnya, monumen ini dibangun oleh saat rezim komunis di Bulgaria. Monumen Buzludzha dibangun untuk memperingati peristiwa tahun 1891, yang mana ketika kaum sosialis dipimpin oleh Dimitar Blagoev berkumpul di sana untuk membentuk gerakan sosialis dan mendirikan Partai Demokrat Sosial Bulgaria.

Setelah rezim komunis jatuh, Monumen Buzludzha tidak lagi diurus oleh pemerintah Bulgaria. Monumennya terbengkalai begitu saja dan sudah ada kerusakan di mana-mana. Arsitektur bangunannya yang sangat unik dengan menyerupai piring terbang, selalu mengundang turis datang untuk berfoto di sana.
sumber

Gila, Wanita ini Mengandung Selama 40 Tahun ??

PAS 247 | 14:35 | 0 comments
Sebuah kasus aneh terjadi di Bogota, Kolombia. Ditemukan janin berusia 40 tahun dalam tubuh seorang wanita. Awalnya, wanita berusia 89 tahun itu mengaku mengalami sakit perut berkepanjangan, dokter mendiagnosa dia terkena tumor, namun saat diperiksa lebih lanjut, ternyata ditemukan sebuah janin yang berumur 40 tahun dalam perutnya.

Dalam dunia medis, fenomena tersebut dinamakan lithopedion atau bayi batu, di mana bayi yang tidak lahir kemudian membatu dan menyatu dengan organ si ibu. Kondisi ini sangatlah jarang terjadi, hingga saat ini, hanya sekitar 300 kasus ditemukan di seluruh dunia. Untuk mengeluarkan janin yang telah mati tersebut, wanita tersebut akan dioperasi.

"Ketika dia datang dan mengeluh sakit perut yang tidak hilang selama bertahun-tahun, saya menduga dia menderita tumor atau batu empedu," kata Dr Kemer Ramirez, yang bertanggung jawab dalam upaya pengangkatan janin tersebut. "Namun setelah melakukan USG, kami justru menemukan janin yang sudah sempurna dalam perutnya," sambung Ramirez Kepada NTD TV, seperti dilansir Daily Mail.

Ramirez mengatakan kondisi medis yang dialami wanita tersebut karena janin tidak berkembang di dalam uterus, melainkan di luarnya, sehingga janin kemudian mati dan membatu. Kasus serupa pernah terjadi di China pada 2009 silam. Seorang wanita berusia 92 tahun juga ditemukan "mengandung" bayi batu berusia 60 tahun.

Adapun kasus lithopedion pertama kali ditemukan pada tahun 1582, seorang wanita asal Prancis bernama Madame Colombe Chatri yang berumur 68 tahun mengaku merasakan sakit perut yang sama. Setelah meninggal, dokter melakukan autopsi dan menemukan janin berumur 28 tahun dalam perutnya.
 
Disclaimer
Semua Grafis di blog ini bukanlah milik kami atau gambar
apapun bukan dibawah Hak Cipta kami,
Semua grafis diambil dari sumber yang berbeda,
Jika ada Gambar / artikel yang menyinggung atau di bawah Hak Cipta Anda
maka silakan E-mail kami untuk dihapus dalam waktu 24 jam
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Unik 247 - All Rights Reserved Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger