Breaking News

5 Bekas Penjara Bawah Tanah di Indonesia

Penjahahan yang ditinggalkan Belanda dan Jepang terhadap Indonesia meninggalkan banyak jejak sejarah. Tidak hanya dalam bentuk cerita, namun juga berupa peninggalan heritage hampir disetiap kota yang ada. Beberapa diantaranya berupa penjara bawah tanah, baik yang dibangun pada masa penjajahan Belanda maupun Jepang.

1. Penjara Kalisosok, Surabaya
Penjara Kalisosok terkenal dengan kisah kejam penjara bawah tanahnya. Hampir setiap pejuang kemerdekaan Indonesia, khususnya yang berasal dari Kota Pahlawan Surabaya merasakan bagaimana kejamnya penjara ini. Kisah kejam penjara yang terletak di daerah yang kini diberinama Kembang Jepun dan Rajawali ini puncaknya terjadi pada tahun 1940-193 saat itu situasi pejuang kemerdekaan mencoba memerdekakan diri dari penindasan Jepang. Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno juga pernah di tahan di penjara ini. Namun setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, penjara ini tetap dipergunakan. Hanya saja tidak lagi dalam bentuk penjara bawah tanah. Tahanan pun dikhususkan bagi narapidana politik. Tepatnya antara tahun 1960-1970. Maklum saat itu situasi politik Indonesia sedang memanas. Namun saat ini penjara Kalisosok hanya tingal cerita dan menjadi saksi sejarah perjuangan Indonesia dan Kota Surabaya pada khususnya.

2. Penjara Benteng Rotterdam, Makassar
Walaupun pernah dipergunakan pemerintah Belanda, namun penjara Fort Rotterdam adalah peninggalan kerajaan Gowa yang dibangun pada 1545. Penjara ini dibangun tepat dipinggir pantai sebelah barat Kota Makassar. Beberapa tokoh pejuang pernah merasakan bagaimana kejamnya penjara bawah tanah ini saat dikuasai Belanda. Salah satu pahlawan yang pernah mendekam di penjara ini adalah Pangeran Diponegoro. Sebagai peninggalan sejarah, penjara Fort Rotterdam masih bisa terawat dengan baik dan dijadikan pusat studi tentang sejarah peperangan, dan Makassar. Di di dekat pintuk masuk benteng ini terdapat patung salah seorang raja Gowa, Sultan Hassanudin.

3. Penjara Benteng Marlborough, Bengkulu
Jika saja penjara bawah tanah Kalisosok merupakan peninggalan penjajahan Belanda, dan penjara bawah tanah Benteng Rotterdam sudah ada sejak Kerajaan Gowa, penjara bawah tanah Benteng Marlborough Bengkulu merupakan peninggalan Inggris. Penjara ini didirikan pleh The British East India Company pada tahun 1713 dan rampung pada 1719. Penjara dengan ukuran panjang 240 meter dan lebar 170 meter ini terletak di Kelurahan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu dan merupakan pusat pendudukan tentara Inggris di Bengkulu. Penjara ini digunakan pihak Inggris untuk penduduk asli Indonesi yang melakukan pemberontakan. Untuk masyarakat sipil ditempatkan di 7 lokal ruangan. Sedangkan untuk tahanan politik dan tokoh penting masyarakat di kurung di 3 lokal ruangan yang teletak di bawah tanah.

4. Penjara Benteng Vastenburg, Solo
Di kawasan Jawa Tengah, penjara bawah tanah Benteng Vastenburg, Solo tidak hanya sebatas tempat penyanderaan para tahanan. Lebih dari itu, penjara ini memiliki peranan penting, yakni sebagai pusat hubungan Solo-Semarang, tepatnya pada periode 1800 hingga 1900. Terutama saat kota Surakarta sebagai pusat perdagangan dalam nuansa kekuasaan tradisional, yaitu saat Kerajaan Kasunanan Surakarta. Ketika Belanda berkuasa, bangunan di bawah di dalam Benteng Vastenburg berubah fungsi sebagai penjara para tahanan yang menurut pemerintahan Belanda adalah penentang kekuasaan. Namun saat ini kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan tidak terawat.

5. Penjara Bawah Tanah Sukamiskin, Bandung
Hingga kini Sukamiskin yang dibangun pada 1918 dan selesai 1924 fungsinya tetap sebagai penjara. Kala pemerintah Belanda berkuasa, Presiden Ir. Soekarno pernah mendekam dipenjara ini. Penjara dengan 552 sel ini memiliki khas layaknya bangunan yang dibuat arsitek Belanda. Keberadaan penjara bawah tanah masih dipelihara dengan baik oleh petugas. Hanya saja saat ini tidak lagi difungsikan sebagai ruang tahanan, melainkan untuk gudang penyimpanan keperluan logistik penjara.

sumber:http://www.uniknya.com/2012/01/5-bekas-penjara-bawah-tanah-di-indonesia/
loading...

Tidak ada komentar